Dua Wajah Pelaporan Keuangan

Oleh: Sholehudin Adi Nugroho/ Mahasiswa PKN STAN 2016

 

2facemom-1

sumber:http://buzzingbubs.com/articles/yelling-at-kids-the-two-faces-of-moms

 

Edward Mordake adalah anak seorang bangsawan Inggris di abad ke-19 yang memiliki wajah rupawan.  Sekalipun begitu, Edward memiliki dua wajah, literally dua wajah. Wajah bagian depan berfungsi normal sedangkan wajah bagian belakangnya hanya bisa tersenyum, namun tidak bisa berbicara ataupun makan. Pada akhirnya, karena frustasi atas kondisinya, Edward pun memutuskan untuk melakukan bunuh diri di usainya yang baru 23 Tahun. Kasus anomali seperti ini tidak hanya terjadi pada wajah manusia, kasus serupa pun dapat pula terjadi pada laporan keuangan suatu perusahaan.

Dalam konsep pelaporan keuangan dan kemudian dihubungkan dengan pajak dan pemegang saham, terdapat dua konsep yang amat terkenal yaitu Agressive Financial Reporting dan Agressive Tax Reporting. Mary Margaret Frank dalam artikelnya  berjudul Tax Reporting Aggressiveness and Its Relation to Aggressive Financial Reporting mendefinisikan keduanya sebagai berikut:

“aggressive financial reporting as upward earnings management that may or may not be within the confines of generally accepted accounting principles (GAAP) and aggressive tax reporting as downward manipulation of taxable income through tax planning that may or may not be considered fraudulent tax evasion”

Dengan demikian, muka dua dalam laporan keuangan disini adalah jumlah yang berbeda antara yang dilaporkan untuk pemegang saham, yaitu berusaha menaikan pendapatan semaksimal mungkin (Agressive Financial Reporting) akan tetapi disisi lain dalam laporan keuangan tahun yang sama, penghasilan yang dilaporkan juga diusahakan dilaporkan seminimal mungkin demi kepentingan perpajakannya (Agressive Tax Reporting).

Apakah hal ini merupakan Fraud? baik Agressive Financial Reporting maupun Agressive Tax Reporting, berdasarkan definisi di atas dapat dilakukan dengan atau tanpa menggunakan standar yang berlaku. Untuk Agressive Financial Reporting, standar yang berlaku tentu saja adalah PSAK dan untuk Agressive Tax Reporting standar yang berlaku adalah ketentuan perpajakan. Kedua standar in mempunyai beberapa perbedaan prinsip dan mendasar dan juga keduanya juga memiliki loophole yang bisa digunakan oleh manajemen untuk membuat laporan keuangan sesuai tujuan. Contoh dalam hal ini adalah kasus Panama Paper yang sedang santer terdengar. Karena hal ini mengikuti standar dan ketentuan yang berlaku, tentu saja hal ini bukanlah fraud. Lain cerita apabila setelah diaudit, ternyata ada treatment Akuntansi yang dilakukan manajeman yang menyalahi standar yang ada. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa baik Agressive Financial Reporting maupun Agressive Tax Reporting belum tentu merupakan suatu fraud.

Hal yang menarik adalah, walaupun antara Agressive Financial Reporting maupun Agressive Tax Reporting menuju pada tujuan yang berbeda yaitu yang satu agar penghasilan dapat dimaksimalkan dan satunya lagi sebaliknya, dua jenis pelaporan ini memiliki suatu hubungan. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Wendy Heltzer dan timnya (The relation between aggressive financial reporting and aggressive tax reporting: Evidence from ex-Arthur Andersen clients) lalu Mary Margaret Frank (Does Aggressive Financial Reporting Accompany Aggressive Tax Reporting) memberikan kesimpulan yang sama bahwa semakin agresif praktik Aggressive Financial Reporting, diikuti semakin agresif pula Aggressive Tax Reporting.

Untuk menanggulangi hal ini, haruslah ada solusi baik dari sisi Agressive Financial Reporting maupun Agressive Tax Reporting. Mengkriminalkan pelaku keduanya adalah tindakan yang kontraproduktif karena apa yang manajemen lakukan belum tentu melanggar ketentuan. Alih-alih, harus ada penyempurnaan peraturan untuk mengurangi loophole peraturan baik dari legislator maupun DIrektorat Jenderal Pajak terkait perundang-undangan Perpajakan dan juga penyempurnaan oleh  organisai Ikatan Akuntan Indonesia yang menaungi akuntan dan berperan dalam merumuskan PSAK.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s