Training is Good, but What Training is Needed?

oleh: Sholehudin Adi Nugroho/ Mahasiswa PKN STAN 2016

training

http://renegadegolftraining.com/tapping-into-your-peak-golf-mind-state/

 

Direktorat Jenderal Pajak sebagai institusi penghimpun penerimaan dari sektor perpajakan di negeri ini memiliki indikator kinerja utama (biasa disingkat IKU) dalam tiap kontrak kinerja pejabat-pejabatnya yang nyaris tidak pernah tidak tercapai yaitu jumlah jam latihan yang dienyam oleh masing-masing pegawai di tubuh Direktorat Jenderal Pajak. Penentuan IKU ini bukanlah hal yang sembarangan dan diputuskan seketika akan tetapi melalui rapat-rapat panjang dan pemikiran mendalam yang dimaksudkan mengerucut pada tujuan utama institusi ini yaitu tercapainya penerimaan. Lantas, dengan “cukup” nya pelatihan yang diberikan kepada pegawainya, kenapa target penerimaan pajak melulu tidak tercapai?[1]

Peraturan perpajakan dikenal sebagai peraturan yang ruwet dan membutuhkan pemahaman serta pembelajaran yang cukup. Sekelas IRS (Internal Revenue Service) saja yaitu badan penghimpun perpajakan di Amerika Serikat pun mengakui demikian. Wajib Pajak akan merasa terganggu manakala ketika mengkontak pegawai IRS atau DJP dirinya tidak mendapat jawaban serta pelayanan yang memuaskan [2]. Saat itu adalah masa dimana pemerintah Amerika Serika tidak mempunyai dana yang cukup untuk men-training pegawai pajaknya secara memadai. Pada akhirnya memang wajib pajak yang kecewa dan tidak mengetahui informasi perpajakan secara utuh akan kurang bisa memenuhi kewajiban perpajakannya atau cenderung tidak patuh yang berimbas pada penerimaan perpajakan secara keseluruhan.

Pernyataan mengenai training ini dikuatkan pula oleh  penelitian yang dilakukan oleh Nunung Nurhayati, Elly halimatusadiah, Diamonalisa dan dituangkan dalam jurnalnya berjudul Influence of tax officer service quality and knowledgeof tax on individual taxpayer compliance in tax office (KPP) Bojonagara Bandung yang menyatakan sebagai berikut:


There is a significant influence of tax officer servicequality on taxpayer compliance. This indicates that the service quality provided by tax officers to tax payers is an important matter in providing satisfaction and it will cause tax payers to fulfill their obligation on time. The influence of quality service on individual tax payercompliance is at 61.7%.[3]

 

Kualitas daripada tax officer atau fiscus ini didapatkan salah satunya melalui training baik itu formal maupun informal. Penelitian lain yang memperkuat statement korelasi postif pelatihan dan penerimaan juga dtunjukan oleh Vito Tanzi and Anthony Pellechio yang menyatakan bahwa kesuksesan administrasi perpajakan (yang ditandai dengan tercapainya target penerimaan) hanya bisa terwujud manakala di dalamnya terkandung 6 (enam) unsur yaitu: komitmen politik yang berkesinambungan dan jelas, sebuah tim yang mampu, bekerja keras,dan berdedikasi terhadap reformasi perpajakan, strategi yang baik dan memadai, tambahan sumberdaya, insentif baik untuk wajib pajak maupun fiskus, dan elemen yang terakhir adalah training yang relevan bagi fiskus[4]

 

Setelah training atau pelatihan terbukti berkorelasi positif, lantas kenapa pertanyan di awal essay ini bahwa tercapainya IKU jam pelatihan pegawai tidak serta merta menjamin tercapainya penerimaan? mengutip pada penelitian Tanzi dan menambahkan ceteris paribus pada variabel lain semisal inflasi, bencana alam, lesunya perekonomian dan sebagainya maka yang benar-benar diperlukan adalah training yang relevan. Ada kemungkinan bahwa program-program training yang disyaratkan dalam kontrak kinerja belum mensyaratkan secara spesifik training apa saja yang benar-benar cocok dan diperlukan terkait penerimaan dan juga  IKU yang ada sekarang memungkinkan orang mengikuti training apa saja asalkan jamlat-nya tercapai. Menutup essay ini dan mengutip kata-kata Tanzi : “apabila orang ingin memenangkan lari marathon dan ia malah berlatih lari atletik mungkin saja latihan itu bermanfaat, akan tetapi bukan untuk memenangkan lari maraton tersebut.”[5]

Referensi:

[1] http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/09/12/117199/wah-12-tahun-target-pajak-tak-tercapai-kok-bisa-pak-dirjen/
[2] John Koskinen(2013).EMPLOYEE TRAINING: The Drastic Reduction in IRS Employee Training Impacts the Ability of the IRS to Assist Taxpayers and Fulfill its Mission). Taxpayer Advocate Service — 2013 Annual Report to Congress. Vol.1
[3] Nunung Nurhayati, Elly halimatusadiah, Diamonalisa.(2015).Influence of tax officer service quality and knowledge
of tax on individual taxpayer compliance in tax office (kpp) Bojonagara Bandung. International Journal of Applied Research
[4] Vito Tanzi and Anthony Pellechio(1995). The Reform of Tax Administration.IMF Fiscal Affairs Department
[5] op. cit
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s